IKLH

Meningkatkan kualitas lingkungan hidup menjadi penting dilakukan pada era dewasa ini mengingat kerusakan lingkungan hidup mulai berdampak dalam skala lokal dan berkontribusi terhadap skala global. Penyebabnya adalah pembangunan dan industrialisasi yang selama ini kurang mempertimbangkan aspek lingkungan hidup. Dengan memperhatikan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai agenda global yang fokus menangani masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan, maka Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan daerah yang memperhatikan kualitas lingkungan hidup.

IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup) merupakan gambaran atau indikasi awal yang memberikan kesimpulan cepat dari suatu kondisi lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu.

Tujuan disusunnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) adalah:

  • Memberikan Informasi kepada para pengambil keputusan di tingkat pusat dan daerah tentang kondisi lingkungan tingkat nasional dan daerah sebagai bahan evaluasi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  • Sebagai bentuk pertanggung-jawaban kepada publik tentang pencapaian target program-program pemerintah di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Indikator yang digunakan dalam perhitungan IKLH adalah

  • Indeks Kualitas Air / Pencemaran Air
  • Indeks Kualitas Udara / Pencemaran Udara
  • Indeks Kualitas Tutupan Lahan

Perhitungan IKLH dilakukan sejak tahun 2009. Namun hingga saat ini telah mengalami beberapa kali penyesuaian. Perbedaan terletak pada cara perhitungan dan parameter yang digunakan. Indeks Tutupan Hutan/Lahan semula dihitung menggunakan data luas hutan primer, luas hutan sekunder dan luas hutan menurut Surat Keputusan Menteri Kehutanan, tetapi sejak tahun 2012 perhitungan berubah menggunakan data luas hutan dibagi luas wilayah administrasi yang dikonversi ke dalam rumus yang tersedia.

Perhitungan IKLH dengan pembobotan dari setiap atau ke-3 indikator IKLH. Pembobotan untuk masing-masing indikator tersebut yaitu:

Indeks Kualitas Air dengan bobot 30%, Indeks Kualitas Udara 30 % dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan 40 %.

Parameter yang digunakan dalam mengukur setiap indikator IKLH sebagai berikut:

  1. Parameter Indeks Kualitas Air: Parameter  yang dinilai dalam indikator kualitas air yaitu pH, BOD, COD, TSS, DO, NO3N Fosfat, Total Coliform dan E.Coli/Fecal Coliform.
  2. Parameter Indeks Kualitas Udara: Parameter yang dinilai dalam indikator kualitas udara yaitu  NO2 dan SO2
  3. Parameter Indeks Kualitas Tutupan Lahan: Parameter yang dinilai dalam indikator tutupan vegetasi dengan faktor koreksi kanal dan area terbakar.

IKLH ditampilkan dalam bentuk Grafik sebagaimana dapat dilihat pada Gambar atau Grafik di bawah ini:

Indeks Kualitas Air

Grafik Target dan Capaian Indeks Kualitas Air, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan Nasional

Indeks Kualtias Udara

Grafik Target dan Capaian Indeks Kualitas Udara, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan Nasional

Indeks Kualtias Air Laut

Grafik Target dan Capaian Indeks Kualitas Air Laut, Provinsi Riau dan Nasional. Indeks Kualitas Air Laut hanya di ukur dan dihitung pada tingkat Provinsi dan Nasional

Indeks Kualtias Lahan

Grafik Target dan Capaian Indeks Kualitas Lahan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan Nasional

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Grafik Target dan Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan Nasional